Tugas : KEAMANAN PANGAN & Gizi Daup Hidup’’
Nama :
Markus Aim
Nri :
101511309
Semester : VI ( Enam
Gizi)
Fakultas :
kesehatan Masyarakat
1
. Sanitasi Penjual Makanan
2
. Asi Eksluif
Makanan
adalah semua bahan, baik dalam bentuk olahan yang dimakan manusia kecuali air
dan obat-obatan. Sanitasi makanan berarti suatu usaha pencegahan
yang menitik beratkan kegiatan dan tindakan untuk membebaskan makanan dan
minuman dari segala bahaya-bahaya yang dapat mengganggu/merusak
kesehatan, mulai dari pemilihan bahan makanan, penyimpanan bahan mentah, proses
pengolahan, penyimpanan makanan, pengangkutan, penjualan sampai pada penyajian
makanan untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Industri
makanan dapat diartikan setiap bangunan yang menetap dengan segala bagian
ruangan dan peralatan yang dipergunakan untuk proses pembuatan, pembungkusan
dan penyimpanan makanan dan minuman untuk konsumsi bagi masyarakat umum, yang
diolah dengan atau tanpa menggunakan tekhnologi modern, dengan atau tidak
disertai penandaan yang lengkap, diolah dalam jumlah yang relatif
benyak/sedikit dan penjualannya bersifat nasional atau lokal.
A. Pengertian
Sanitasi Penjual Makanan
Pengertian penjual menurut Depkes adalah upaya kesehatan
dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan individu subyeknya. Misalnya
mencuci tangan untuk melindungi kebersihan tangan, cuci piring untuk melindungi
kebersihan piring, membuang bagian makanan yang rusak untuk melindungi keutuhan
makanan secara keseluruhan.
B. Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Sanitasi Makanan
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan
dalam menjaga sanitasi makanan yang efektif. Faktor-faktor tersebut berkaitan
dengan makanan/minuman, manusia dan peralatan.
1. Faktor
Makanan
a. Sumber Bahan
Makanan/Minuman
Apakah
makanan diperoleh dari pertanian, perternakan, perikanan, atau lainnya. Sumber
bahan makanan harus memenuhi persyaratan sanitasi untuk mencegah terjadinya
kontaminasi atau pencemaran. Misalnya, hasil pertanian tercemar dengan pupuk
kotoran manusia atau dengan insektisida. Atau sumber minuman, apakah berasal
dari sumur, sungai, atau air yang sudah diolah.
b. Pengangkutan
Bahan Makanan/Minuman
Cara
mengangkut makanan/minuman harus memenuhi persyaratan sanitasi. Apakah sarana
pengangkutan memiliki alat pendingin dan penutup. Pengangkutan tersebut
dilakukan dari sumber ke pasar atau dari sumber ke tempat penyimpanan agar
tidak tercemar oleh kontaminan dan tidak rusak. Misalnya mengangkut daging dan
ikan dengan menggunakan alat pendingin.
c. Penyimpanan
bahan makanan/minuman
Tidak semua
makanan/minuman langsung dikonsumsi tetapi mugkin sebagian disimpan dalam skala
kecil dirumah maupun skala besar di gudang.
Berikut ini syarat sanitasi tempat penyimpanan :
· Tempat
penyimpanan makanan/minuman dibuat sedemikian rupa sehingga binatang seperti
tikus, serangga tidak dapat bersarang.
· Jika tidak
menggunakan rak, harus disediakan ruang untuk kolong agar mudah
membersihkannya.
· Suhu udara
dalam gudang tidak lembab untuk mencegah tumbuhnya jamur.
· Memiliki
sirkulasi udara yang cukup.
· Memiliki
pencahayaan yang cukup
· Dinding
bagian bawah dari gudang harus di cat putih agar mempermudah melihat jejak
tikus.
· Harus ada
jalan dalam gudang.
d. Pemasaran
bahan makanan/minuman
Tempat
penjualan atau pasar harus memenuhai persyaratan sanitasi antara lain,
kebersihan, pencahayaan, sirkulasi udara, dan memiliki alat pendingin. Pasar
yang memenuhi persyaratan adalah pasar swalayan atau supermarket.
e. Pengolahan
makanan/minuman
Proses
pengolahan makanan/minuman harus memenuhi persyaratan sanitasi, terutama
berkaitan dengan kebersihan dapur dan alat-alat perlengkapan masak.
f. Penyajian
makanan/minuman
Penyajian
makanan/minuman harus memenuhi persyaratan sanitasi, yaitu bebas dari
kontaminasi, bersih dan tertutup, serta dapat memenuhi selera pembeli.
g. Penyimpanan
makanan/minuman
Makanan yang
telah diolah disimpan di tempat yang memenuhi persyaratan sanitasi, dalam
lemari atau alat pendingin.
2. Faktor
Manusia
Orang yang
bekerja pada tahap pengolahan makanan harus memenuhi persyaratan sanitasi,
seperti kesehatan individu. Individu tersebut tidak memiliki penyakit infeksi,
dan bukan carier dari suatu penyakit. Untuk personal yang menyajikan makanan
harus memenuhi syarat-syarat seperti kebersihan dan kerapian, memiliki etika
dan sopan santun, berpenampilan yang baik dan keterampilan membawa makanan
dengan teknik khusus, serta ikut dalam program pemeriksaan kesehatan berkala
setiap enam bulan atau satu tahun.
3. Faktor
Perawatan
Kebersihan
dan cara penyimpanan peralatan pengolah makanan harus memenuhi persyaratan
sanitasi.
C. Prinsip Pengelolaan Makanan
1. Keadaan bahan makanan/minuman
Semua jenis
bahan makanan perlu mendapat perhatian secara fisik serta kesegarannya
terjamin, terutama bahan-bahan makanan yang mudah membusuk atau rusak seperti
daging, ikan, susu, telor, makanan dalam kaleng, buah, dsb. Bahan makanan yang
baik kadang kala tidak mudah kita temui, karena jaringan perjalanan makanan
yang begitu panjang dan melalui jaringan perdagangan yang begitu luas. Salah
satu upaya mendapatkan bahan makanan yang baik adalah menghindari penggunaan
bahan makanan yang berasal dari sumber tidak jelas (liar) karena kurang dapat
dipertanggung jawabkan secara kualitasnya. Begitupun untuk minuman juga harus
mmenhi syarat sanitasi.
2. Cara penyimpanan bahan makanan
Tidak semua
bahan makanan yang tersedia langsung dikonsumsi oleh masyarakat. Bahan makanan
yang tidak segera diolah terutama untuk katering dan penyelenggaraan makanan RS
perlu penyimpanan yang baik, mengingat sifat bahan makanan yang berbeda-beda
dan dapat membusuk, sehingga kualitasnya dapat terjaga.
Cara
penyimpanan yang memenuhi syarat hgiene sanitasi makanan adalah sebagai
berikut:
Penyimpanan
harus dilakukan ditempat khusus (gudang) yang bersih dan memenuhi syarat.
Barang-barang agar disusun dengan baik sehingga mudah diambil, tidak memberi
kesempatan serangga atau tikus untuk bersarang, terhindar dari lalat/tikus dan
untuk produk yang mudah busuk atau rusak agar disimpan pada suhu yang dingin
Proses pengolahan
Pada
proses/cara pengolahan makanan ada tiga hal yang perlu mendapat
perhatian,yaitu:
a.
Tempat pengolahan
makanan
Tempat
pengolahan makanan adalah suatu tempat dimana makanan diolah, tempat pengolahan
ini sering disebut dapur. Dapur mempunyai peranan yang penting dalam proses
pengolahan makanan, karena itu kebersihan dapur dan lingkungan sekitarnya harus
selalu terjaga dan diperhatikan. Dapur yang baik harus memenuhi persyaratan
sanitasi.
b. Tenaga
pengolah makanan / Penjamah Makanan
Penjamah
makanan menurut Depkes RI (2006) adalah orang yang secara langsung berhubungan
dengan makanan dan peralatan mulai dari tahap persiapan, pembersihan,
pengolahan pengangkutan sampai penyajian. Dalam proses pengolahan makanan,
peran dari penjamah makanan sangatlah besar peranannya. Penjamah makanan ini
mempunyai peluang untuk menularkan penyakit.
Banyak infeksi yang ditularkan melalui penjamah makanan, antara lain Staphylococcus aureus
ditularkan melalui hidung dan tenggorokan, kuman Clostridium perfringens,
Streptococcus, Salmonella dapat
ditularkan melalui kulit. Oleh sebab itu penjamah makanan harus selalu
dalam keadan sehat dan terampil.
c.
Cara
pengolahan makanan
Cara
pengolahan yang baik adalah tidak terjadinya kerusakan-kerusakan makanan
sebagai akibat cara pengolahan yang salah dan mengikui kaidah atau
prinsip-prinsip higiene dan sanitasi yang baik atau disebut GMP (good
manufacturing practice).
Sanitasi makanan adalah salah satu usaha pencegahan yang menitik beratkan kegiatan dan
tindakan yang perlu untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat menganggu atau merusak
kesehatan, mulai dari sebelum makanan/minuman
diproduksi, selama dalam proses pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, sampai pada saat dimana makanan dan
minuman tersebut siap untuk dikonsumsikan kepada masyarakat atau
konsumen. Sanitasi makanan/minuman ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kemurnian makanan/minuman, mencegah konsumen dari penyakit,
mencegah penjualan makanan yang akan merugikan pembeli.
b. Tempat
Penyimpanan Bahan Makanan
1. Penyimpanan harus dilakukan dalam suatu tempat khusus (gudang) yang
bersih
2. Barang-barang harus diatur dan disusun dengan baik, sehingga
·
Mudah cara pengambilannya
·
Tidak memberi kesempatan untuk bersarang serangga
atau tikus
·
Tidak mudah rusak dan membusuk, untuk bahan
makanan yang yang mudah membusuk harus disediakan tempat penyimpanan makanan
yang dingin.
c. Pengolahan
Makanan
a. Mencuci tangan
b. Pakaian yang bersih
c. Kuku dan perhiasan
d. Topi
e. Merokok
.
FAKTOR YANG LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG YANG BERPENGARUH TERHADAP MAKANAN
1. Air
Yang diperlukan dalam semua proses pengolahan bahan makanan2. Air Kotor (sewage)
- Berbagai bahan organik dan an organik terlarut dalam air kotor
- Sumber dari kuman-kuman pathogen ——> kuman saluran pencernaan
- Berperan penting sebagi sumber pencemar bagi air dan makanan
3. Tanah
- Tanah yang menjadikan mikroorganisme dapat mengkontaminasi bahan makanan dengan berbagai cara yang antara lain adalah :
- Terbawa oleh alat-alat masuk ke dalam tempat makanan/penyimpanan makan yang akhirnya masuk ke dalam makanan
- Terikut pada bagian-bagian tanaman-tanaman/sayuran
- Makanan terbungkus dengan bahan/kertas yang terkontaminasi tanah yang mengandung mikroorganisme
- Mikroorganisme di udara terbawa oleh partikel-partikel, debu, air atau titik-titik ludah yang disebar oleh hewan maupun orang yang sedang batuk
- Tergantung dari musim, lokasi
Bakteri-bakteri enting dari ternak dihubungkan dengan peristiwa keracunan makanan, contoh : Salmonella, Clostridium perfrigens
6. Binatang Pengerat/Tikus
Ancaman kontaminasi bagi sayuran-sayuran/buah-buahan sejak dipetik, diangkat, disampan, diolah dan disajikan.
TUGAS : GIZI DAUR
HIDUP
II . ASI EKSLUISIF
ASI eksklusif adalah pemberian ASI (air susu ibu)
sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi
makanan lain, walaupun hanya air putih,sampai bayi berumur 6 bulan. Setelah 6
bulan, bayi mulai dikenalkan dengan makanan lain dan tetap diberi ASI sampai
bayi berumur dua tahun.
Bayi yang diberikan ASI secara esklusif cenderung
lebih sering pemberian ASI-nya daripada pemberian pada bayi yang minum susu
formula. Bayi yang baru lahir biasanya setiap 2 sampai 3 jam disusui oleh
ibunya. Semakin bertambah usianya, waktu atau jarak antara menyusui akan
meningkat karena kapasitas perut mereka menjadi lebih besar. Sebaliknya, bayi
baru lahir yang hanya mengenal susu formula akan memulai minum susu formula
kira-kira setiap 3 sampai 4 jam selama beberapa minggu pertama kehidupan.
Daripada menggunakan jam sebagai panduan untuk memberi
makan bayi Anda, lebih baik perhatikan isyarat bahwa dia sudah kenyang ketika
Anda memberinya ASI atau susu formula. Ini lebih penting bahwa Anda
memperhatikan petunjuk atau sinyal dari bayi Anda yang menunjukkan dia lapar.
Ini disebut isyarat kelaparan. Ketika dia ingin makan, mungkin dia akan
meletakkan kedua tangan atau jari pada mulutnya, membuat gerakan mengisap,
menjulurkan lidahnya, memukul bibirnya, menendang atau menggeliat, atau mulai
menggerakan rahang dan mulut atau kepala untuk mencari payudara Anda. Jika ia
mulai menangis, ini biasanya sinyal akhir bahwa dia ingin makan.
Pemberikan ASI eksklusif merupakan faktor penunjang
kecerdasan si bayi, memang tidak mudah karena sang ibu harus memberikannya
selama 6 bulan, masa 6 bulan inilah yang di sebut ASI eksklusif. Pada
masa 6 bulan bayi memang belum di beri makanan selain susu untuk itu ibu harus
memberikan perhatian yang ekstra pada bayi.
Namun, seringkali kesalahan yang terjadi adalah
setelah masa ASI eksklusif ini atau si bayi sudah bisa mengkonsumsi
makanan lain selain ASI si ibu tidak memberikan ASI lagi. Padahal menurut
standar kesehatan dunia WHO, bayi sebaiknya di sapih setelah 2 tahun usianya.
Permasalah ASI eksklusi juga terjadi pada ibu yang bekerja di kantoran, untuk
itu pemerintah mencoba memberikan keleluasaan pada ibu yang pada masa pemberian
ASI eksklusif boleh membawa anak ikut serta bekerja atau mengijinkannya memberi
jam khusus untuk menyusui bayinya.
Seberapa
Penting Pemberian ASI Eksklusif
Pentingnya ASI eksklusif memang harus menjadi
perhatian, dan tanggung jawab sebagai orang tua juga harus mulai menyadari akan
dampak pada si bayi jika ASI eksklusif ini tidak di berikan pada bayi dengan
maksimal. Pertumbuhan bayi pada usia 0-6 bulan bisa sangat terhambat dan
kemungkinan besar juga bayi anda tidak sehat.
Seperti kita ketahui bersama dengan ibu memberikan ASI
nya secara maksimal maka otomatis sang ibu akan mentrasfer imunitasnya kepada
si bayi, sehingga apabila ibu sehat maka bayi juga bisa sehat. Kita harus coba
bersama-sama memberikan pemahaman pada masyarakat untuk melindungi hak bayi
dalam memperoleh ASI eksklusif.
Perhatian akan pentingnya ASI eksklusif juga harus
datang dari lingkungan sekitar, ini agar pemberian ASI eksklusif di terapkan
dalam kebiasaan atau budaya yang harus di lestarikan. Karena meskipun ada susu
formula yang anda andalakan sebagai pengganti ASI eksklusif itu tidak akan
sebaik ASI. Karena banyak sekali kandungan susu formula yang tidak terdapat
pada ASI, asi lebih memiliki fungsi menyeluruh pada bayi sedangkan susu formula
hanya memacu sebagian saja. Jadi, sudah sangat jelas bahwa memberikan ASI
eksklusif adalah hal yang tidak bisa di gantikan.
ASI
Eksklusif. Apakah itu? Dan Apakah Manfaatnya?
Apa itu ASI
Eksklusif ?
ASI
eksklusif merupakan pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan lain pada bayi
berumur nol sampai 6 bulan (DEPKES RI, 2004). Yang dimaksud ASI Eksklusif atau
pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, tanpa
tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air the, air putih, dan
tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, papaya, bubur susu, biscuit, bubur
nasi, dan tim.
Pemberian
ASI secara eksklusif ini dianjurkan untuk jangka waktu setidaknya selama 4
bulan, tetapi bila mungkin sampai 6 bulan. Setelah bayi berumur 6 bulan, ia
harus mulai diperkenalkan dengan makanan padat, sedangkan ASI dapat diberikan
sampai bayi berusia 2 tahun.
Jenis-jenis
ASI
1. Kolostrum
Cairan
kental berwarna kekuning-kuningan yang dihasilkan pada hari pertama sampai hari
ke-3. Kolustrum bisa dikatakan sebagai "imunisasi" pertama yang diterima
bayi karena banyak mengandung protein untuk daya tubuh yang berfungsi sebagai
pembunuh kuman dalam jumlah tinggi. Kadarnya 17 kali dibandingkan dengan ASI
matur.
2. Susu Transisi
Susu yang di produksi setelah kolostrum antara hari ke-4 sampai dengan hari
ke-10. Dalam susu transisi ini terdapat Immunoglobulin, protein dan laktosa
dengan konsentrasi yang lebih rendah dari kolostrum tetapi konsentrasi lemak
dan jumlah kalori lebih tinggi, vitamin larut lemak berkurang, vitamin larut
air meningkat. Bentuk atau warna susu lebih putih dari kolostrum.
3. Susu Matur
Susu matur adalah susu yang keluar setelah hari ke-10. Berwarna putih kental.
Komposisi ASI yang keluar pada isapan-isapan pertama (foremilk) mengandung
lemak dan karbohidratnya lebih banyak dibandingkan hindmilk (ASI yang keluar
pada isapan-isapan terakhir), maka jangan terlalu cepat memindahkan bayi untuk
menyusu pada payudara yang lain, bila ASI pada payudara yang sedang diisapnya
belum habis.
MANFAAT ASI EKSKLUSIF
Untuk Bayi
- ASI adalah makanan terbaik bagi bayi yang mudah dicerna dan diserap, selalu bersih, segar dan aman.
- ASI menyempurnakan pertumbuhan bayi sehingga menjadikan bayi sehat dan cerdas.
- ASI memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit terutama infeksi.
- Memperindah kulit dan gigi serta bentuk rahang.
- ASI selalu tersedia dengan suhu yang tepat sehingga tidak akan mengecewakan bayi karena harus menunggu atau suhu tidak tepat.
- Bayi yang menyusu jarang mengalami diare, tidak akan mengalami sembelit dan jarang terkena alergi.
- Komposisi dan volume ASI cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi sampai dengan 6 bulan.
- Sistem pencernaan bayi sampai dengan 6 bulan belum sempurna untuk mencerna makanan selain ASI. ASI sendiri mudah dicerna karena mengandung enzim-enzim.
- Tidak memberatkan fungsi ginjal bayi. Sistem ekskresi bayi baru lahir sampai dengan usia 6 bulan belum sempurna, sehingga bila diberi makanan dengan osmolaritas yang tinggi (seperti susu formula atau buah-buahan) akan memberatkan fungsi ginjal.
- Pemberian makanan atau minuman selain ASI sebelum 4-6 bulan secara tidak langsung akan mengurangi produksi ASI oleh karena frekuensi bayi untuk menyusu berkurang karena sudah kenyang.
Untuk Ibu
- Mengurangi perdarahan setelah melahirkan dan mempercepat involusi uterus (pengecilan rahim seperti semula). Hal ini disebabkan karena pada saat bayi lahir dan segera disusukan ke ibunya, maka rangsangan hisapan bayi pada payudara akan diteruskan ke hipofisis pars posterior yang akan mengeluarkan hormon progesterone.
- Membantu mengembalikan tubuh seperti keadaan sebelum hamil. Dengan menyusui, timbunan lemak pada tubuh ibu akan dipergunakan untuk pembentukan ASI sehingga berat badan ibu akan lebih cepat kembali keberat sebelum hamil.
- Menjadikan hubungan ibu dan bayi semakin dekat.
- Menunda kehamilan. Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagi alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL).
- Mengurangi resiko kanker payudara dan ovarium. Cukup banyak penelitian yang membuktikan bahwa ada korelasi antara infertilitas dan tidak menyusui dengan peningkatan risiko terkena kanker, baik itu kanker payudara ataupun kanker ovarium.
- Pemulihan kesehatan ibu lebih cepat.
Manfaat
ASI Eksklusif 6 Bulan
ASI
eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada
bayi berumur nol sampai enam bulan. Bahkan air putih tidak diberikan dalam
tahap ASI eksklusif ini. Pada 2001 World Health Organization/ Organisasi
Kesehatan Dunia menyatakan bahwa ASI eksklusif selama enam bulan pertama hidup
bayi adalah yang terbaik. Dengan demikian, ketentuan sebelumnya (bahwa ASI
eksklusif itu cukup empat bulan) sudah tidak berlaku lagi.
Bagaimana Mencapai ASI Eksklusif
Bagaimana Mencapai ASI Eksklusif
WHO dan
UNICEF merekomendasikan langkah-langkah berikut untuk memulai dan mencapai ASI
eksklusif:
- Menyusui dalam satu jam setelah kelahiran;
- Menyusui secara eksklusif: hanya ASI. Artinya, tidak ditambah makanan atau minuman lain, bahkan air putih sekalipun;
- Menyusui kapan pun bayi meminta (on-demand), sesering yang bayi mau, siang dan malam;
- Tidak menggunakan botol susu maupun empeng;
- Mengeluarkan ASI dengan memompa atau memerah dengan tangan, disaat tidak bersama anak;
- Mengendalikan emosi dan pikiran agar tenang.
Manfaat ASI
Eksklusif Enam Bulan
Berikut
adalah manfaat ASI Ekslusif enam bulan daripada hanya empat bulan.
Untuk Bayi
- Melindungi dari infeksi gastrointestinal.
- Bayi yang ASI eksklusif selama enam bulan tingkat pertumbuhannya sama dengan yang ASI eksklusif hanya empat bulan.
- ASI eksklusif enam bulan ternyata tidak menyebabkan kekurangan zat besi.
Untuk Ibu
- Menambah panjang kembalinya kesuburan pasca melahirkan, sehingga memberi jarak antar anak yang lebih panjang alias menunda kehamilan berikutnya.
- Karena kembalinya menstruasi tertunda, ibu menyusui tidak membutuhkan zat besi sebanyak ketika mengalami menstruasi.
- Ibu lebih cepat langsing. Penelitian membuktikan bahwa ibu menyusui enam bulan lebih langsing setengah kilogram dibanding ibu yang menyusui empat bulan.
- Lebih ekonomis.
Apabila
Tidak Ada ASI
Apabila karena beberapa hal ASI tidak dapat diberikan, gantikan dengan susu formula secara eksklusif hingga enam bulan. Kemudian lanjutkan bersama dengan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) sampai dengan umur setahun. Setelah setahun susu formula tidak perlu, dan bisa diganti dengan susu sapi.
Apabila karena beberapa hal ASI tidak dapat diberikan, gantikan dengan susu formula secara eksklusif hingga enam bulan. Kemudian lanjutkan bersama dengan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) sampai dengan umur setahun. Setelah setahun susu formula tidak perlu, dan bisa diganti dengan susu sapi.
Apabila
masih ingin mencoba menyusui dengan ASI, bacalah lebih lanjut mengenai
relaktasi dan coba hubungi Konsultasi ASI terdekat. Aturan agar menunda
memberikan MPASI pada anak berusia kurang 6 bulan bukan hanya berlaku untuk
bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Tetapi juga bagi bayi yang tidak
mendapatkan ASI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar